Skip to content Skip to footer

Hal yang Harus Kamu Ketahui Tentang Brand Image

Tahukah kamu bahwa 81% konsumen mengatakan bahwa mereka harus mempercayai suatu brand sebelum memutuskan untuk membeli? Itulah seberapa besar pengaruh persepsi konsumen terhadap bisnis kamu. Untuk menjawab tantangan ini, penting bagi pemasar untuk memperhatikan apa yang disebut brand image.

Jangan menilai buku dari sampulnya. Ya, itu ideal, tetapi dalam praktiknya tidak sesederhana itu. Sebelum melanjutkan untuk membeli produk kamu, konsumen pasti akan membuat penilaian pertama mereka tentang citra merek kamu. Toh penerbit juga membuat cover buku agar produknya laku, kan? Oleh karena itu, brand image harus menjadi salah satu poin prioritas perusahaan.

Pada artikel ini mari kita definisikan dan lebih memahami brand image: arti dan fungsi brand image, strategi untuk meningkatkan merek dan perbedaan antara brand image dan brand identity.

Lalu apa itu Brand Image?

Brand image adalah serangkaian fitur dan ide yang dihubungkan konsumen dalam pikirannya terhadap suatu produk atau brand tertentu. Dalam konteks brand, persepsi bisa terbentuk oleh experience yang dialami konsumen saat menggunakan suatu produk atau saat berinteraksi dengan perusahaan yang menyediakannya.

Brand Image vs Brand Identity

Terkadang, pemahaman kita atas 2 hal ini tertukar atau kita menganggap keduanya merupakan hal yang sama. Padahal, ada perbedaan signifikan yang wajib kita pahami.

Brand identity adalah bagaimana suatu brand menghadirkan diri di hadapan konsumen. Efforts dan investasi kita terutama berdampak kuat pada brand identity, tetapi tidak selalu pada brand image. Tapi jangan cemberut, karena brand identity yang baik dapat membantu persepsi brand kita di mata konsumen, yang pada akhirnya akan mempengaruhi brand image juga.

Strategi untuk Meningkatkan Brand Image 

  1. Customer Experience

Sebagus apapun produk yang kita tawarkan, seberapa pun ramahnya customer service kita, akan tetap ada orang yang mengalami pengalaman buruk. Tetapi kita tetap harus memberikan yang terbaik agar kemungkinan konsumen kita mendapatkan pengalaman yang baik semakin tinggi. 

Pengalaman pelanggan tidak cuma seputar penggunaan produk. Produk yang berkualitas tentu akan memberikan experience yang bagus, begitu pun sebaliknya. Tetapi di luar itu, ada sentuhan-sentuhan tambahan yang bisa Anda berikan, seperti kartu ucapan terima kasih yang disertakan dalam kemasan untuk membuat pengalaman unboxing jadi lebih berarti.

  1. Brand Identity 

Kamu bisa meningkatkan brand image dengan memperkuat brand identity. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat mengontrol bagaimana orang lain memandang kita. Tapi ada banyak hal yang bisa kita lakukan, seperti rajin merawat diri agar terlihat lebih baik atau memposting hobi kita di media sosial untuk menunjukkan bahwa kita menyukai hal-hal tertentu. Hal yang sama berlaku untuk identitas merek kamu.

Nah, bicara tentang media sosial, penting banget buat brand kamu untuk memerhatikan online presence agar brand identity semakin kuat. Lebih dari 50% konsumen menyatakan mereka cari tahu tentang suatu produk di media sosial sebelum membeli. Karena itu, brand identity yang kuat di media sosial bisa berpengaruh besar pada brand image kamu.

Selain values dan communication, hal yang enggak kalah pentingnya dalam membangun brand image adalah image in a literal sense. Ya, visual style dan presentation itu berpengaruh besar pada bagaimana konsumen mempersepsi suatu brand

Kesimpulan 

Brand image adalah persepsi konsumen terhadap suatu produk atau brand tertentu. Sementara itu, brand identity merupakan citra yang berusaha ditampilkan suatu brand kepada konsumen. Keduanya hal yang berbeda tapi berkaitan erat satu sama lain. 

Kita tidak bisa mengendalikan brand image, tetapi bisa berusaha meningkatkannya dengan memperkuat brand identity dan memberikan experience yang terbaik buat konsumen. Contoh cara-caranya antara lain adalah dengan membuat interaksi yang personal, meningkatkan layanan pelanggan, dan membentuk identitas yang kuat baik dalam segi komunikasi maupun visual.

Leave a comment